Untuk Memulai
Topik Hangat
VW KODOK LISTRIK
by: KAESKA
250 posts
MEMBANGUN MOBIL LISTRIK SENDIRI
by: bml
160 posts
JUAL MERCEDES BENZ G300 1997
by: KUSAW
102 posts
HOME MADE ELECTRIC CAR CONVERSION
by: KAESKA
91 posts
MOTOR
by: KUSAW
57 posts
Garasi Anda
OPEL BLAZER LISTRIK KAESKA
Sat Jan 11, 2014 6:28 pm
FORD RANGER ELECTRIC CONVERSION
Thu Nov 15, 2012 8:23 am
VW KOMBI LISTRIK
Mon Oct 22, 2012 9:36 am
Future Bussiness
Wed Oct 03, 2012 4:43 pm
HOME MADE ELECTRIC CAR CONVERSION
Mon Sep 24, 2012 10:52 pm
SEJARAH MOBIL LISTRIK
Wed Sep 19, 2012 3:22 pm
Mobil modifikasi
Fri Sep 14, 2012 3:41 pm
Sample two
Sun Sep 02, 2012 1:20 pm
Sample one
Sun Sep 02, 2012 1:17 pm
Diskusi Terbaru
Ada report yang bisa dipajang di web komunitas kami? :)
Wed Apr 23, 2014 10:17 am
Jepang Pun Butuh 5 Tahun Komersialkan Mobil Listrik
Wed Apr 23, 2014 9:11 am
Pemerintah sangsi kembangkan mobil listrik
Wed Apr 23, 2014 9:09 am
Mobil Antik Ini Memakai Tenaga Listrik
Wed Apr 23, 2014 9:08 am
Ada report yang bisa dipajang di web komunitas kami? :)
Wed Apr 23, 2014 6:38 am
Statistik Forum
Jumlah Post: 2217
Jumlah Topic: 487
Jumlah User: 18217
Hits Counter: 6850
Unique Visits: 305
Artikel Terbaru

Jepang Pun Butuh 5 Tahun Komersialkan Mobil Listrik

Post by agipa » Wed Apr 23, 2014 9:11 am

Image

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil masa depan, mobil listrik, memang didesain untuk memenuhi kebutuhan orang di mana lingkungannya sudah mencukupi dari sisi infrastruktur pengisian listrik. Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi.

"Jangan harap bisa menjual mobil listrik tanpa infrastruktur," kata dia, di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (21/4/2014).

Di Jepang, sebuah negara yang memiliki industri otomotif canggih, komersialiasi mobil listrik membutuhkan waktu yang lumayan lama. Budi mengatakan, Yokohama menjadi salah satu distrik yang melakukan percepatan komersialisasi mobil listrik, sehingga bisa terealisasi dalam tempo lima tahun.

Lantas, apa yang dilakukan otoritas Yokohama? Budi menjelaskan, otoritas di sana memerintahkan para dealer untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar listrik, sebelum mereka menjual mobil-mobil listrik hasil pabrikan Jepang, seperti Nissan.

"Itu (mobil listrik) kan multisektor. Pemerintah ikut, industri otomotif ikut, swasta ikut. Kan yang bikin jaringan infrastruktur swasta, bukan pemerintah," kata Budi.

Dia menambahkan, Indonesia bisa saja meniru Jepang dalam hal komersialisasi mobil listrik, yakni dikembangkan pada kluster-kluster. Permasalahannya kebutuhan listrik untuk mobil listrik tidak kecil.

Budi menuturkan, setidaknya dibutuhkan 5.000 watt di setiap stasiun pengisian listrik. Kebutuhan ini hampir mustahil bisa dipenuhi di tengah ancaman krisis listrik di Indonesia, dan masih rendahnya ratio elektrifikasi. Apalagi, jika listrik di Indonesia dihasilkan dari sumber energi primer yang mahal, yakni bahan bakar fosil.

"Di Jepang, listriknya dari gas. Gas nya impor dari Indonesia," kata Budi.

Yang menarik, meskipun di Jepang mobil listrik sudah berjalan, namun rasionya dibanding mobil internal combustion engine (ICE), masih sangat rendah. Saat ini Jepang memproduksi 40.000 unit mobil listrik per tahun, sementara mobil konvensional berbahan bakar fosil, jumlahnya ada 6 juta unit. "Jadi mobil listrik di Jepang cuma 0,8 persen dari total mobil," katanya.



Sumber : kompas.com

Pemerintah sangsi kembangkan mobil listrik

Post by agipa » Wed Apr 23, 2014 9:09 am

Image

Merdeka.com - Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi menyangsikan pengembangan mobil listrik dalam negeri. Sebab banyak kendala menghadang pengembangan mobil listrik.

Budi menyebut, salah satu kendala yang dihadapi industrialisasi mobil listrik adalah infrastruktur yang kurang memadai, semisal tempat pengisian bahan bakar atau tempat charge energi.

"Jadi saling tunggu, ini complicated seperti masalah telur dan ayam. Mobil listrik jalan tapi engga ada infrastruktur ngisi listrik. Di jalan jadi deg-degan tidak ada tempat isi," ucap Budi di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (21/4).

Menurutnya, pengembangan mobil listrik lebih baik dimulai di kawasan tertentu. Semisal lapangan golf yang luasnya hanya 50 hektar, bisa menggunakan mobil listrik. Kawasan ini kemudian bisa dikembangkan ke kawasan industri dan kemudian diperluas lagi cakupannya.

"Kalau di luar untuk menempuh 100 km kita belum ada infrastruktur pengisian listrik yang cepat. Di rumah saja butuh charge 6 jam," tegasnya.

Tidak dipungkiri, produsen mobil listrik sudah siap untuk memproduksi massal. Namun terbatasnya infrastruktur menjadi bahan pertimbangan hingga menunda produksi.

"Di Jepang juga baru sebagian kota besar. Ini terkait multi sektor seperti Pemda, industri otomotif, jaringan infrastruktur itu swasta. Sekarang kalau bangun SPB listrik itu 50 ribu watt. Kalau ga ada yang make abodemen siapa yang bayar. Jadi per kawasan dulu. Langsung antar kota belum bisa," tutupnya.


Sumber : merdeka.com

Mobil Antik Ini Memakai Tenaga Listrik

Post by agipa » Wed Apr 23, 2014 9:08 am

Image

Liputan6.com, New York - Mobil antik merupakan primadona di kalangan pecinta otomotif. Bentuknya yang klasik menjadi suatu kreasi seni yang semakin bernilai seiring waktu.
Banyak orang menempuh berbagai cara untuk melestarikan keberadaan mobil antik sebuah hasil peradaban teknik masa lalu. Bahkan dengan menggarap sebuah mobil listrik terbaru dengan menggunakan desain dari awal abad ke-20 seperti karya The Creative Workshop ini.
Melansir laman Nymag.com, The Creative Workshop (TCW) menggarap sebuah kendaraan delapan penumpang yang menggunakan basis desain kereta tak berkuda.
Perusahaan tersebut ingin memadukan sebuah nostalgia pada mobil bergaya awal abad ke-20 dengan teknologi abad 21 yang memiliki kenyamanan dan keamanan jauh lebih baik.
Mobil yang dinamai The Horseless eCarriage sangat mewakili gaya dan kepribadian pada periode itu. Mobil ramah lingkungan ini dibuat sebagai jawaban atas petisi yang dilayangkan NYCLASS sebelumnya.
NYCLASS dalam petisinya meminta dewan kota untuk menghapus kuda dari penjuru jalanan kota New York karena akan berbahaya bagi pengendara mobil dan kuda itu sendiri.
Organisasi pecinta hewan tersebut mengharapkan RUU yang didasarkan pada petisi mereka akan segera disetujui pada akhir tahun ini.
Pemilik TCW, Jason Wenig, merancang mesin bertenaga baterai lithium ion yang menghasilkan tenaga sebesar 84 HP dan torsi 184 lb-ft yang mampu berjalan hingga kecepatan 47 km/jam.
"Kami yakin kendaraan yang kami buat adalah penerus yang sangat menyerupai kereta tak berkuda pada era tembaga tersebut," ujar Wenig.
Mesin elektrik pada The Horseless eCarriage sanggup menempuh jarak hingga 155 km dan ditransfer menggunakan penggerak roda belakang. Wenig juga menjamin kendaraan ciptaannya tersebut juga telah memenuhi standar keselamatan NHTSA.
Pihak TCW mengatakan bila konsep mobil garapannya disetujui oleh pihak berwenang, maka pabrikan mobil tersebut akan membangun sebuah pabrik untuk memproduksi The Horseless eCarriage secara massal.



Sumber : liputan6.com

Aturan Mobil Listrik Belum Terbit, Dahlan Kesal

Post by agipa » Mon Apr 21, 2014 9:13 am

Image

TEMPO.CO, Surakarta - Tersendatnya program mobil listrik membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan kesal. Dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja menghambat Indonesia bisa segera memproduksi mobil listrik.

"Sampai sekarang aturan tentang mobil listrik tidak keluar juga. Apa maksudnya? Apa biar pedagang BBM terus merajalela?," ujar Dahlan saat menghadiri pengajian yang diselenggarakan Majelis Tafsir Al-Quran di Surakarta, Ahad, 20 April 2014.

Menurut Dahlan, jika tidak segera memulai program mobil listrik, Indonesia akan menyesal di kemudian hari. Penyesalan itu sudah muncul saat ini, ketika melihat mobil listrik yang melintas di jalanan adalah produk asing. "Kalau tidak dimulai, nanti kita akan menyesal saat melihat mobil listrik yang beredar di Indonesia semuanya buatan asing," katanya.

Dia mengatakan saat ini banyak negara yang juga baru mulai memproduksi mobil listrik. Dia mengibaratkan, negara lain sudah sampai Kartasura dalam perjalanan dari Solo ke Jakarta. "Kita belum berangkat dari Solo. Tapi masih bisa dikejar," tutur Dahlan.


Sumber : tempo.co

Wajah Baru Mobil Listrik Tesla Teranyar 'Nongol'?

Post by agipa » Mon Apr 21, 2014 9:12 am

Image

California, -Tampilan mobil listrik dimasa depan bisa dipastikan akan memiliki paras yang cantik, dan membuang jauh tampilan kaku. Terbukti kali ini tampilan terbaru Tesla Model S karya Saleen mampu memalingkan dunia otomotif.

Seperti dilansir worldcarfans dan leftlanenews, Sabtu (19/4/2014), gambar sketsa Tesla Model S terbaru karya Boutique automaker Saleen kali ini terlihat begitu cantik dengan garis tubuh yang lebih tegas.

Tampilan anyar terbaru Model S kali ini dibuat dengan menggunakan platform milik Model S P85. Namun tampilan terlihat menawan dengan penambahan full body kit.

Bumper depan penampilan begitu berbeda dengan penambahan dual air dams, spoiler dan side skirts karbon fiber, Headlamp yang lebih meruncing, dan pelek palang lima 17 inci yang sporty.

Sayang, Saleen tidak memberikan rincian teknis alias mesin seperti apa yang akan digendong dari desain terbaru Tesla Model S kali ini. Meski demikian mobil listrik asal Amerika yang satu ini dijanjikan bakal menjadi mobil listrik terbaik yang pernah dilahirkan Tesla.

Namun sepertinya pilihan mobil listrik yang satu ini pantas ditunggu kehadirannya nih.


Sumber : detikOto

Aturan Mobil Murah Cepat Jadi, Kenapa Mobil Listrik Susah?

Post by agipa » Mon Apr 21, 2014 9:11 am

Image

Jakarta -Telah banyak anak bangsa yang bisa menciptakan mobil listrik, namun dukungan yang diberikan pemerintah minim. Bahkan izin atau lisensi untuk mobil listrik belum kunjung keluar. Akibatnya, proses industrialisasi mobil listrik karya anak bangsa kian terhambat.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai ada hal yang aneh terhadap perlakuan yang diberikan kepada pengembangan mobil listrik. Ia menyebut, justru regulasi di Indonesia memberi perlakukan istimewa kepada produksi mobil dari produsen asing yang berbahan bakar minyak, seperti mobil hybrid dan mobil murah (low cost green car/LCGC).

"Kenapa mobil murah dan hybrid peraturan cepat jadi? Kenapa mobil listrik susah?" kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Dahlan sejak awal mendukung pembiayaan dan pengembangan purwarupa atau prototype mobil listrik. Di antaranya dikembangkan ahli mobil listrik nasional yang tergabung di dalam pandawa putra petir.

Kekesalan Dahlan bertambah ketika ditanya wartawan, siapa yang bertanggungjawab menangani pengembangan dan pengujian mobil listrik. "Kendalanya nggak ada yang bisa putuskan mau diapakan. Peraturan nggak disiapkan sehingga cenderung menyamakan sapi dan kerbau," sebutnya.

Saat ini, sertifikasi mobil listrik di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), perlakukan mobil listrik karya anak bangsa diperlakukan sama dengan pengujian mobil biasa. Padahal secara konsep dan teknologi, mobil listrik jauh berbeda dengan mobil biasa. Karena mobil listrik dirancang untuk kebutuhan masa depan.

"Peraturan untuk kerbau jangan ke sapi. Itu peraturan nggak jelas. Ini dipaksakan peraturan kerbau harus dilaksanakan untuk sapi," tegasnya.

Jika tak ada titik terang terhadap nasib mobil listrik di tanah air. Dahlan bersama tim mobil listriknya berencana mengekspor atau memproduksi kendaraan masa depan ini di luar negeri.

"Mau ekspor siapa tahu diterima di luar negeri. Kalau di Indonesia nggak berkembang, kita ekspor atau produksi di luar negeri," sebutnya.


Sumber : finance.detik.com

Tokoh Malaysia lebih peduli kreator mobil listrik Indonesia

Post by agipa » Mon Apr 21, 2014 9:10 am

Image

Merdeka.com - Pada 22 November 2013, hati Ricky Elson berbunga-bunga. Kerja kerasnya bersama puluhan anggota tim bengkel modifikasi Kupu-Kupu Malam mendapat apresiasi dari pemerintah. Dua unit mobil listrik mereka, dinamai Gendis dan Selo, ditengok oleh Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di pelataran Universitas Gadjah Mada.

Selo dengan konsep sport bisa melaju dengan hingga kecepatan 200 km/jam, sementara untuk Gendis yang menyerupai minibus premium berkecepatan maksimal 140 km/jam. Nyaris seluruh komponennya buatan dalam negeri. Termasuk baterai yang selama ini jadi hambatan produksi mobil sejenis di seluruh dunia.

Pada saat itu, Hatta berjanji akan memperjuangkan mobil buatan anak bangsa itu menjadi program pemerintah. Dia menilai tahapan uji coba Selo maupun Gendis masuk level 7, artinya cuma butuh dua tahap lagi buat produksi massal.

"Pak Presiden juga sudah sampaikan agar mobil transportasi bisa berbasis listrik, seperti bus, kita juga buat bus listrik, nanti akan kita pakai di kementerian-kementerian terlebih dahulu," kata menristek saat itu.

Ricky berharap banyak, apalagi dua kementerian telah mendukung. Terutama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang sejak awal memintanya balik ke Indonesia pada 2012.

Ricky sebetulnya sudah mapan bekerja di NIDEC Coorporation, perusahaan baterai listrik berpusat di Kyoto, Jepang, dengan posisi kepala divisi penelitian. Setelah lulus SMA Negeri 5 Padang, dia sempat mengenyam pendidikan sebentar di Universitas Andalas, lantas melamar beasiswa ke Negeri Matahari Terbit, dan diterima. Nyaris 14 tahun dihabiskannya buat sekolah dan berkarir di sana.

Berkat bujukan Dahlan yang serius memberi gelontoran dana besar, dia pun pulang kampung, lantas mengembangkan teknologi baterai mobil berbahan lokal. Saat proyek selo diumumkan Mei tahun lalu, minimal Menteri BUMN sudah mengucurkan Rp 1,5 miliar.

'Lampu hijau' beberapa menteri rupanya tak menjamin proyek mobil listrik anak negeri itu melaju mulus ke fase produksi massal. Surat keputusan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perhubungan di Bekasi, Jawa Barat, tak kunjung keluar sejak pertama kali didaftarkan pada September 2013. Padahal, informasi diterima Dahlan, otoritas perhubungan menilai Selo maupun Gendis tak banyak kekurangan.

Kabar buruk itu pun muncul awal pekan ini. Ricky dipanggil pulang oleh perusahaan lamanya. Niatan hengkang dari Indonesia lantas disampaikan kepada Dahlan. Bila tak kembali bekerja, pilihannya hanya resign alias mengajukan pengunduran diri.

Selama di Indonesia, pria asli Minangkabau yang telah beristri ini cuma mengandalkan izin cuti khusus. Mantan Direktur Utama PT PLN tersebut cuma bisa pasrah, lalu minta maaf pada Ricky.

"Sudah membuktikan di dalam negeri tidak mendapatkan sambutan, tidak mendapatkan fasilitas yang memadai, boleh dikata tidak ada kepastian. Saya minta maaf kepada mas Ricky. Karena saya bayangkan bisa mengabdi di dalam negeri," kata Dahlan.

Proyek Dahlan itu resmi terkatung-katung. Bukan sekadar izin jalan, surat lolos uji coba Kemristek pun ternyata belum dikantongi tim mobil listrik sejak berbulan-bulan lalu. Ini menimbulkan keresahan bagi Ricky.

"Kita menunggu perizinan, bukan diizinkan produksi masal. Kita hanya ingin dibolehkan uji coba, bersyarat juga tidak apa apa," ucap Ricky ketika dihubungi merdeka.com kemarin.

Dahlan dan tim mobil listriknya, termasuk Ricky, tak ingin mengulangi kegagalan Tuxuci yang remuk menabrak tebing di Karanganyar, Jawa Tengah tahun lalu. Sebelum melintasi jalanan sungguhan, karya mereka harus sudah mendapat izin dari otoritas terkait.

"Kita hanya butuh tempat uji langsung. Kita tidak seperti pabrikan mobil Jepang yang mereka punya sendiri. Jadi wajar saja meminta izin jalan raya. Kalau tidak jalan raya, baterai satu ton seperti Tucuxi kemarin bisa nabrak kan," kata Ricky.

Dahlan sempat terpukul, sebab Ricky kembali ke Indonesia tak sekadar memproduksi mobil. Bersama puluhan mahasiswa dari pelbagai kampus, di bengkel yang berlokasi Kampung Ciheras, Tasikmalaya, Jawa Barat, dia sekaligus mengembangkan produk listrik terapan bermanfaat buat masyarakat.

Mulai dari pembangkit listrik hidro dan angin, serta becak listrik. Semua teknologi ini, kata Ricky, akan sangat bermanfaat 10-20 tahun mendatang. Dahlan meyakini semua itu sia-sia, bila dia memilih kembali bekerja di Jepang.

Beruntung, kisah pria dijuluki 'putra petir' oleh Dahlan itu, untuk sementara tak berakhir kelam. Ricky memutuskan mundur dari NIDEC. Dia memberanikan diri tak kembali ke Jepang lantaran mendapat sokongan dana dari kolega asal Malaysia hingga 2015. Tak cuma biaya hidup, anggaran untuk riset dan pengembangan juga ditanggung sang donatur yang dipastikan bukan Dahlan Iskan.

Kabar itu disampaikan pertama kali di laman Facebook miliknya pada Selasa (14/4). Saat dikonfirmasi merdeka.com, siapa identitas donatur barunya itu, Ricky menolak menjelaskan. "Secret, permintaan beliau," ujarnya singkat.

Belum jelas apakah penyandang dana program Ricky seorang warga negara Indonesia, atau warga asli Malaysia, atau justru di luar semua kemungkinan itu.

Dalam laman Facebook-nya, Ricky merinci cerita di balik keputusannya mantab terus mengabdi di Tanah Air.

"Dari telfon di negri seberang (Malaysia) seorang saudara yg hatinya... telah digerakkan oleh SANG PENGUASA HATI, berkata, Ricky, teruskan perjuanganmu di Indonesia... insyaAllah, kami disini dengan izin NYA, akan memberikan dukungan finansial utk 1thn kedepan atas upaya pengembangan teknologi dan pembimbingan generasi muda dalam RnD teknologi yg bermanfaat utk rakyat," demikian tulis Ricky di statusnya.

Ricky mengaku belum tahu kapan surat pengunduran diri akan diserahkan pada perusahaan lamanya. "Sambil berfikir, metode resign yang baik. Alhamdulilah, hati dan tekad ini telah bulat berkarya di Indonesia," imbuhnya.

Pria 33 tahun ini menegaskan tidak akan berhenti menciptakan mobil listrik berlabel Made in Indonesia. Soalnya, negara ini pasti akan membutuhkannya dalam dua dekade mendatang.

Dia khawatir, bila pemerintah tidak mendukung dan bergerak sejak sekarang bukan mustahil Indonesia akan terus diserbu produk otomotif asal Jepang. Sebab, banyak perusahaan di Negeri Matahari Terbit itu sudah mengarahkan produknya agar bertenaga listrik.

"Yang jelas mau tidak mau perusahaan Jepang akan terus memacu hemat energi. Sekarang saja mereka sudah membawa kendaraan hybrid di Indonesia. Mereka juga mengembangkan mobil listrik," kata lulusan Ashikaga Institute of Technology, Kota Tochigi, Jepang, ini.

Dengan keputusan bertahan di Indonesia, terutama karena adanya bantuan 'tokoh' asal Malaysia, Ricky berjanji memberi lebih banyak sumbangsih buat masyarakat. Selain membuat mobil listrik, dia sekaligus berkeliling kampus. Hal ini dilakukan agar generasi muda dan mahasiswa Indonesia memahami teknologi mobil listrik yang hemat energi.

"Kita sudah berkeliling ke universitas. Saya berdiskusi dengan mahasiswa. Saya juga ke Pindad mengembangkan motor listrik," ucapnya.


Sumber : www.merdeka.com

Pencipta Mobil Listrik RI : Saya Tak Ingin Kembali ke Jepang

Post by agipa » Tue Apr 15, 2014 8:17 am

Image

Jakarta -Ricky Elson merupakan anak muda jenius yang mempunyai banyak inovasi kelas dunia, dan di Jepang berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten. Namun di Indonesia, Ricky malah tak mendapat dukungan pemerintah.

Pria ini merupakan salah satu pencipta mobil listrik di Indonesia, yang programnya diusung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang menarik Ricky pulang ke Indonesia. Ricky dikabarkan berencana kembali ke Jepang karena mobil listrik ciptaannya tidak banyak dapat dukungan.

Namun, pria pencipta mobil listrik sport bernama Selo dan minibus listrik sekelas Alphard bernama Gendhis ini, menyatakan dirinya tetap akan tinggal di Indonesia.

Kepada detikFinance, Ricky menegaskan dirinya akan tetap tinggal di Indonesia untuk mengembangkan teknologi mobil listrik dan energi listrik terbarukan (renewable energy).

"Saya tidak ingin kembali ke Jepang," kata Ricky kepada detikFinance, Senin (14/4/2014).

Saat kabar beredar, Ricky sempat dihubungi salah satu ahli mobil dan sepeda motor listrik lainnya yakni Mario Rivaldi, yang memotivasi Ricky agar tetap mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Bahkan Mario memberi informasi bahwa kesulitan yang dialami Ricky untuk memperoleh izin sertifikasi mobil listrik sudah mulai menemui titik terang. Ternyata izin sertifikasi mobil listrik berada di Kementerian Perhubungan, bukan di Kementerian Riset dan Teknologi.

"Kemarin saya ditelepon oleh Mas Mario. Saya sampaikan ke Mas Mario bahwa saya nggak pernah bilang putus asa. Dia bilang Mas Ricky jangan pulang ke Jepang. Katanya teman-teman sedang keluarkan izin dari kemenhub. Dia bilang jangan ditekan Kemenristek. Ternyata di UU nggak ada izin pengujian di Kemenristek. Mereka bukan wewenanngnya," sebutnya.

Alhasil, Kemenhub saat ini berusaha total menerbitkan izin agar sertifikasi mobil listrik karya putra putri Indonesia bisa berkembang. "Kemenhub sedang semangat-semangatnya. Saya nggak keluarkan pernyataan meragukan pemerintah," katanya.

Bahkan saat ini dirinya tengah aktif mendidik dan membagi ilmu kepada anak-anak muda untuk mengembangan mobil listrik dan teknologi listrik dari sumber energi terbarukan.

"Saya tetap konsisten mengembangkan listrik tenaga angin bersama adik-adik. Ada juga pengembangan mobil listrik," sebutnya.


Sumber : detikFinance

Mercedes Benz Produksi Mobil Listrik Perdana

Post by agipa » Tue Apr 15, 2014 8:16 am

Image

Liputan6.com, Stuttgart - Mercedes Benz mengumumkan mulai memproduksi mobil listrik pertama secara massal. Mobil tersebut akan semakin menyemarakkan pasar mobil listrik setelah sebelumnya sesama pabrikan mobil Bavaria, BMW telah memproduksi mobil listrik dengan nama i3.

Melansir laman autoevolution, Senin (14/4/2014), tak mau kalah dengan kompatriot senegaranya, kendaraan yang menggunakan energi listrik dari Mercedes Benz tersebut yaitu B Class Electric Drive yang berbasis MPV. Mobil bertenaga listrik ini merupakan hasil kolaborasi antara Daimler dengan Tesla yang merupakan produsen mobil listrik terkemuka di Amerika Serikat.

Dalam kolaborasinya, Tesla bertanggung jawab memasok baterai untuk B class sedangkan mesin dan mobil secara utuh akan diproduksi di pabrik milik Mercedes Benz di Rastatt.

B Class ini dibekali motor yang sanggup menghasilkan tenaga sebesar 177 Hp dengan torsi 340 Nm. Motor tersebut juga mampu melesatkan MPV ini dari 0-100 km/jam dalam 7,9 detik. Kekuatan baterai yang disuplai Telsa sanggup menempuh jarak hingga 200 km sekali pengisian penuh.

Waktu pengisian untuk baterai dari outlet 400 V di Eropa adalah sekitar satu setengah jam. sementara itu, di AS itu dapat diisi di bawah dua jam dari outlet 240 V.
B-Class Electric Drive menggunakan konsep desain MPV kompak yang sangat serbaguna. MPV asal Jerman ini memiliki ruang interior dengan daya angkut lima penumpang dan bagasi yang cukup luas.

MPV ini rencananya akan diperkenalkan terlebih dahulu pada pasar Eropa dan Amerika Serikat. Sayangnya Pihak Mercedes Benz atau Daimler sebagai perusahaan induk belum mengumumkan harga resmi dari B Class Electric Drive ini yang akan dilepas ke pasar secara resmi pada beberapa minggu ke depan.


Sumber : liputan6.com

Investor Tiongkok Pesan 100 Mobil Listrik Tanpa Atap

Post by agipa » Tue Apr 15, 2014 8:15 am

Image

Liputan6.com, Beijing - China memang menjadi salah satu pasar potensial untuk penjualan mobil mewah. Baru-baru ini, sebuah perusahaan di Negeri Tirai Bambu memesan 100 unit sedan Telsa Model S versi convertible atau atap terbuka kepada sebuah rumah desain.

Bahkan, sebagaimana dikutip dari Carscoop, Senin (14/4/2014), pesanan yang masuk melalui Newport Covertible Engineering (NCE) itu berencana melakukan pembicaraan dengan pihak Telsa Motor untuk meminta 5.000 unit mobil tambahan.

"Newport Convertible Engineering meminta Telsa Motor untuk menyediakan 5.000 unit Model S versi convertible untuk menjawab permintaan global," terang rumah desain khusus untuk mobil-mobil convertible itu.

NCE mulai memproduksi 100 Telsa Model S versi Convertible untuk China pada Juli, di tiga lokasi, termasuk California, Dubai, dan Barcelona. Memakan waktu pengembangan selama enam bulan, NCE menyediakan dua opsi untuk Telsa Model S, sebuah konversi ragtop dengan banderol US$ 29.000 dan sebuah versi hard tonneau cover seharga US$ 49.000.
Sekadar informasi, Asia memang menjadi pasar incaran Telsa Motor di masa depan. Bahkan, perusahaan berencana membangun pabrik baterai terbesar di dunia serta membuka lebih dari 30 pusat layanan serta toko untuk mencapai ambisinya tersebut.

Belum lama ini, manufaktur otomotif asal Amerika Serikat (AS) itu berharap gabungan dari penjualan di Eropa dan Asia akan melampaui hampir tiga kali lipat dari kinerja perseoran di Amerika Utara.
Telsa Motor berhasil mengirimkan sebanyak 22.500 unit mobil tenaga baterai sepanjang tahun lalu. Salah satu produknya, yakni Model S dijual pada harga US$ 71 ribu di AS.
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2036668 ... nhfT8.dpuf


Sumber : liputan6.com
Social
Twitter Facebook YM
Iklan & Sponsor
banner

PT Berathi

Wrap9
Visitor